Tuberkulosis (TB) hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa, bakteri Mycobacterium tuberculosis juga sangat rentan menginfeksi anak-anak usia 0-14 tahun. Anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang belum berkembang sempurna, sehingga kontak erat di dalam rumah tangga dengan penderita TB dewasa menjadi jalur penularan yang paling dominan. Apalagi jika rumah tidak dilengkapi dengan sirkulasi udara yang memadai atau ditinggali oleh anggota keluarga yang memiliki kebiasaan merokok di dalam ruangan.
Melihat kondisi tersebut, intervensi berbasis komunitas yang memadukan skrining kesehatan anak, pembenahan lingkungan fisik rumah, serta edukasi interaktif menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan TB sejak dari lingkup keluarga.
Hasil pengkajian terhadap 30 sampel rumah tangga dan skrining pada 50 anak di wilayah Kutowinangun Kidul, Salatiga mengungkap sejumlah faktor risiko fisik lingkungan, dan pola perilaku yang membutuhkan perhatian serius.
Tabel 1. Profil Risiko Lingkungan Fisik Rumah (n=30)
| Variabel Lingkungan Fisik | n | % |
| Ruang tidur lembap dan kurang pencahayaan matahari | 20 | 66,7 |
| Jendela tidak dibuka minimal 1 jam/hari | 9 | 30 |
| Rumah tanpa jendela/ventilasi tidak memadai | 6 | 20 |
| Rumah yang tidak memiliki jendela sama sekali | 1 | 3,3 |
Kondisi kamar tidur yang lembap dan minim paparan sinar ultraviolet (UV) matahari ditemukan pada 66,7% rumah. Bakteri TB mampu bertahan hidup berjam-jam dalam kondisi udara lembap dan minim cahaya. Tanpa sirkulasi udara yang baik, percikan dahak (droplet) infeksius melayang lebih lama di udara dan dengan mudah terhirup oleh anak-anak.
Tabel 2. Pola Perilaku Kesehatan Keluarga (n=50)
| Variabel Perilaku Kesehatan | n | % |
| Kebiasaan merokok di dalam rumah | 24 | 48 |
| Tidak melakukan olah raga secara rutin | 16 | 32 |
| Tidak mencuci tangan sebelum makan | 8 | 16 |
Temuan penting lainnya adalah tingginya angka perokok di dalam rumah (48%). Paparan asap rokok sekunder merusak mukosa saluran pernapasan anak dan menurunkan kekebalan lokal paru, sehingga membuat anak jauh lebih rentan terinfaksi TB saat terpapar kuman.
Tabel 3. Hasil Skrining Kesehatan Anak (n=50)
| Gejala/Riwayat Risiko Anak | n | % |
| Berat badan turun/tidak naik 2 bulan/nafsu makan turun | 4 | 8 |
| Batuk persisten lebih dari 2 minggu | 3 | 6 |
| Memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB | 3 | 6 |
| Anak tampak lesu, malas, atau kurang aktif | 1 | 2 |
Hasil skrining pada 50 anak mengidentifikasi 8% anak mengalami gangguan pertumbuhan berat badan, dan 6% mengalami batuk kronis berulang serta kontak erat pasien TB. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan rujukan dan pemantauan ketat bersama kader kesehatan setempat.
Berdasarkan penetapan prioritas masalah bersama subjek masyarakat, dikembangkan strategi edukasi multimodal yang menggabungkan media cetak dan inovasi digital, yakni berupa: leaflet dan EduTV yang menyajikan informasi visual yang ramah anak dan mudah dipahami oleh orang tua mengenai gejala awal TB dan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan TB. Strategi edukasi berikutnya melalui inovasi web “Ingetin”, yakni platform digital pemantau kepatuhan minum obat yang dirancang untuk membantu Pengawas Minum Obat (PMO) memantau kedisiplinan konsumsi obat secara real-time.
Efektivitas kegiatan edukasi diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TB, dan pencegahannya. Sebelum edukasi diberikan, sebanyak 85,7% peserta berada pada kategori pengetahuan tinggi. Setelah edukasi interaktif diberikan, 100% peserta mencapai kategori pengetahuan tinggi. Pengkajian komunitas dan edukasi interaktif berhasil mengidentifikasi faktor risiko fisik dan perilaku, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB dan pencegahannya. Kader kesehatan dan Puskesmas diharapkan dapat melanjutkan edukasi berkala, melakukan pemantauan rumah warga, serta mengoptimalkan penggunaan web “Ingetin” dalam pengawasan minum obat TB di tingkat komunitas
Tim Penulis: Dary Dary, Helby Sifra Sembiring, Rosina Trivina Tehuayo, Gracia Permatasari, Feibbyolla Dwi Putri L., Renna Tiara T. Papising, Jessica Afrylia Songle
Daftar Pustaka
- Altet, N., Latorre, I., Jiménez-Fuentes, M. Á., Soriano-Arandes, A., Villar-Hernández, R., Milà, C., Rodríguez-Fernández, P., Muriel-Moreno, B., Comella-Del-Barrio, P., Godoy, P., Millet, J. P., de Souza-Galvão, M. L., Jiménez-Ruiz, C. A., Domínguez, J., & On Behalf Of Pii Smoking Separ Working Group (2022). Tobacco Smoking and Second-Hand Smoke Exposure Impact on Tuberculosis in Children. Journal of clinical medicine, 11(7), 2000. https://doi.org/10.3390/jcm11072000
- Amelia, A., Agustina, E., Azmiyannoor, M., & Rifaldi, R. (2023). Asosiasi Lingkungan Fisik Rumah Sebagai Faktor Risiko Kejadian TB Paru di Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2314-2322. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.15481.
- Estiani, M., & Suparno, S. (2025). Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 811–822. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.938
- Martilova, D., Atika, A., Ramadhan, M. R., Annisa, P. N., & Asilah, S. (2025). Peningkatan pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi interaktif pada siswa kelas 2 SD Dharma Loka Pekanbaru. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat, 3(3), 160–168. https://doi.org/10.61132/natural.v3i3.1677
- Pratama, Y. (2021). Karakteristik Klinis Penyakit Tuberkulosis Paru pada Anak. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(2), 237-242. https://doi.org/10.37287/jppp.v3i2.403
- Sari, D., Windusari, Y., & Hasyim, H. (2024). Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah yang Mendukung Kejadian Tuberkulosis Paru di Indonesia. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(6), 2852-2863. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1154
- Sitinjak, F. J., Rafie, R., Mandala, Z., & Sinaga, F. T. Y. (2023). Hubungan Antara Paparan Asap Rokok Pada Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(11), 3123-3131. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i11.10099
- Wardani, D. W., Dewi, A. R., & Suharmanto, S. (2020). Hubungan Keberadaan Kontak Serumah dan Perilaku Ibu terhadap Kejadian Tuberkulosis Anak. Jurnal Dunia Kesmas, 9(3), 388-394.
- Zhang, Y., Wu, J., Hui, X., Zhang, P., & Xue, F. (2024). Knowledge, attitude, and practice toward tuberculosis prevention and management among household contacts in Suzhou Hospital, Jiangsu province, China. Frontiers in Public Health, 12, 1249971. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1249971



