Kanker paru merupakan suatu tumor ganas yang mempunyai prevalensi kejadian dan angka kematian tertinggi di dunia, (1,35 juta kasus baru dan 1,8 juta kematian per tahun). Sejak tahun 1987, kanker paru-paru telah menyebabkan lebih banyak kematian pada wanita dibandingkan kanker payudara. Kasusnya semakin meningkat pada dekade-dekade berikutnya sebagian besar disebabkan oleh peningkatan kebiasaan merokok di kalangan pria dan wanita
Data epidemiologi menunjukkan faktor risiko utama kanker paru adalah merokok, sedangkan faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu terjadinya kanker paru meliputi perokok pasif, terpapar zat-zat karsingenik, polusi hidrokarbon, polusi industri, asbes, penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), fibrosis paru, dan faktor genetik. Ada beberapa jenis kanker paru sehingga dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi kanker paru berdasarkan lokasi anatomi adalah:
- kanker paru-paru sentral: sebagian besar karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel kecil.
- kanker paru-paru perifer: sebagian besar adenokarsinoma dan karsinoma sel besar.
Klasifikasi ke Histopatologi:
- Kanker Paru Sel Kecil (SCLC 15-20%, karsinoma sel kecil)
- Kanker Paru Non-Sel Kecil (KPSK, 80-85%, karsinoma sel skuamosa 30-40%, adenokarsinoma, karsinoma sel besar 10%)
Neoplasma paru ganas lainnya termasuk limfoma dan sarkoma (jarang).
Klasifikasi histopatologi membantu dalam menentukan prognosis, pengobatan dan prognosa kanker paru.
Sebagian besar penderita kanker paru mempunyai gejala hemoptisis, batuk, sesak nafas, nyeri dada, dan penurunan berat badan. Kurang dari 10%, pasein tidak menimbulkan gejala saat tumor terdeteksi sebagai temuan incidental. Pencitraan sangat penting dalam skrining, diagnosis, penentuan stadium, penilaian respons, dan pengawasan pasien kanker paru-paru. Modalitas pencitraan yang paling sering digunakan meliputi foto rontgen, ct scan, mri, dan pet scan. Rontgen dada merupakan pemeriksaan pertama yang dilakukan pada pasien dengan dugaan kanker paru, namun rontgen tidak dapat membedakan tumor jinak atau ganas. Jika rontgen terdapat kecurigaan keganasan, maka pemeriksaan selanjutnya menggunakan CT dengan kontras untuk menentukan staging tumor. CT scan dapat membantu menentukan letak atau lokasi biopsi jaringan tumor, menemukan lesi abnormal yang dilihat dari gejala-gejala seperti batuk, nyeri dada, dan demam. CT scan sering digunakan untuk memantau respons terhadap pengobatan dan sebagai pendukung untuk merencanakan program terapi radiasi. CT scan baru-baru ini diindikasikan sebagai alat skrining pada pasien yang memiliki risiko kanker paru. CT scan berperan juga dalam mengevaluasi adanya invasi disekitarnya.

Gambar 1. a) Foto toraks menunjukkan pelebaran mediastinum, terutama di sebelah kanan, dengan penurunan vaskularisasi paru kanan. b) CT scan dengan kontras menunjukkan massa mediastinum sentral yang menginvasi arteri pulmonalis kanan. Karsinoma sel kecil terkonfirmasi melalui biopsi perkutan

Gambar 2. Large peripheral tumour yang menginvasi dinding dada

Gambar 3. Biopsi jarum transtoraks dengan ujung jarum pada a) massa mediastinum (biopsi yang aman) dan b) nodul soliter perifer
Penanganan kanker paru-paru melalui operasi, kemoterapi, radioterapi, atau terapi target, tergantung pada stadium dan kondisi kesehatan pasien. Sering kali dilakukan kombinasi dari beberapa jenis terapi untuk kanker paru.
Kesimpulan
Kanker paru-paru merupakan masalah kesehatan penting di dunia dan merupakan penyebab kematian utama di antara semua jenis kanker. Merokok merupakan faktor risiko utama, namun kanker paru-paru juga sering terjadi pada orang yang bukan perokok.
Pencitraan radiologis sangat penting untuk penanganan pasien kanker paru-paru. Pencitraan ini berperan penting dalam penentuan stadium awal penyakit, mampu mengidentifikasi penyebaran penyakit, sehingga memandu pemberian terapi yang tepat.
Penulis: dr. Eka Fiestana, Sp.Rad. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
Referensi
World Health Organization. Lung Cancer.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lung-cancer . Direvisi terakhir 26 Juni
2023
American Cancer Society. What Is Lung Cancer?
https://www.cancer.org/cancer/types/lung-cancer/about/what-is.html. Direvisi terakhir 29
Januari 2024
Faraz Siddiqui; Sarosh Vaqar; Abdul H. Siddiqui. Lung Cancer. Last Update: May 8, 2023.
Annalori Panunzio ; Paolo Sartori. Lung Cancer and Radiological Imaging
Goun Choi, MD,1 Bo Da Nam, MD,1 Jung Hwa Hwang, MD,1 Ki-Up Kim, MD,2 Hyun Jo Kim, MD,3 and Dong Won Kim, MD4. Missed Lung Cancers on Chest Radiograph: An Illustrative Review of Common Blind Spots on Chest Radiograph with Emphasis on Various Radiologic Presentations of Lung Cancers
N. Hollings P. Shaw. Diagnostic imaging of lung cancer
Mohammad H. Madani a, Jonathan W. Riess b, Lisa M. Brown c, David T. Cooke c, H. Henry Guo d. Imaging of lung cancerhttps://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0147027223000193



